Non Probability Sampling

Definisi

Non probability sampling merupakan suatu teknik sampling yang tidak memberikan peluang yang sama setiap objek untuk terpilih. Artinya, teknik ini tidak secara acak memilih sample nya. Beberapa alasan menggunakan metode ini adalah

  1. Tidak mudah untuk mendapatkan setiap sampel
  2. Sampel hanya tersedia di waktu tertentu.

Metode Non Probability Sampling

Berikut merupakan bebebapa teknik sampling yang termasuk dalam non probability sampling.

1. Convenience (Accidental) Sampling

Teknik sampling ini memilih sampel berdasarkan kemudahan peneliti mendapatkan sampel tersebut. Menurut Sugiyono (2006), sampling accidental adalah teknik penentuan responden berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan dipandang cocok sebagai sumber data maka akan diberikan kuisioner.

Contoh kasusnya yaitu misalkan kita ingin mengetahui bagaimana kesan dan pesan masyarakat terhadap angkutan baru Trans Jakarta. Karena terbatasnya waktu, maka sampel nya adalah beberapa orang yang menggunakan angkutan tersebut di tanggal 2-4 November 2019 (hal ini karena sampel tersebut mudah diakses dan peneliti dekat dengan tempat tersebut).

2. Consecutive Sampling

Teknik ini mirip dengan convenience sampling, bedanya pada teknik ini mengikutsertakan semua subject sebagai sampel. Sehingga teknik ini lebih merepresentatif daripada convenience sampling dalam hal mengontrol bias.

Contoh kasusnya yaitu misalkan kita ingin mengetahui bagaimana kesan dan pesan masyarakat terhadap angkutan baru Trans Jakarta. Karena terbatasnya waktu, maka sampel yaitu semua orang yang menggunakan angkutan tersebut di tanggal 2-4 November 2019 (hal ini karena sampel tersebut mudah diakses dan peneliti dekat dengan tempat tersebut).

3. Quota Sampling

Sesuai dengan namanya, teknik sampling ini mengambil sampel berdasarkan quota. Artinya, proses pengambilan sampel berhenti sampai kuota sudah terpenuhi.

Misalkan kita ingin mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kebijakan kampus yang baru. Setiap jurusan diambil 50 mahasiswa sebagai responden. Jika responden tiap jurusan masih belum sampai 50, maka penelitian belum dianggap selesai.

4. Purposive (Judgment) Sampling

Judgment sampling juga dikenal sebagai purposive sampling. Teknik ini memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu sesuai yang dikehendaki oleh peneliti. Subjek yang terpilih dianggap lebih cocok oleh peneliti daripada subjek yang lainnya.

Misalnya dalam suatu penelitian, subjek yang terpilih akan lebih cocok jika terdapat kriteria (1) mahasiswa semester 2 – semester 5 (2) aktif organisasi (3) berkacamata.

5. Snowball Sampling

Teknik sampling ini biasanya dilakukan ketika ukuran populasi yang sangat kecil. Dalam jenis pengambilan sampel ini, peneliti meminta subjek awal untuk mengidentifikasi subjek potensial lainnya yang juga memenuhi kriteria penelitian. Teknik sampling ini seperti melakukan referral. Sehingga semakin lama, subjek yang terpilih makin banyak bagaikan snowball (bola salju).

Misalnya, penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kondisi anak jalanan. Awal mulanya 3 orang dilakukan wawancara, kemudian dari 3 orang tersebut ditanya siapa sajakah kemungkinan yang bisa dijadikan responden.

Reference

  1. https://explorable.com/non-probability-sampling
  2. https://students.flinders.edu.au/content/dam/student/slc/sampling.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts