Penelitian Kuantitatif vs Penelitian Kualitatif

Terdapat perbedaan mendasar antara metode penelitian kualitatif dengan kuantitatif. Jika dipahami secara bahasa, penelitian kuantitatif akan lebih mementingkan kuantitas (banyaknya subjek) karena tujuannya untuk menarik kesimpulan terhadap suatu hipotesis.

Sedangkan penelitian kualitatif akan lebih mementingkan kualitas objek karena tujuannya untuk menggali informasi lebih dalam lagi. Dari beberapa perbedaan tersebut timbul-lah perbedaan dari segi teknik pengumpulan data, metode analisa, maupun dari teknik sampling-nya.

Sebelum melangkah lebih jauh, pertama-tama kita bahas dulu pengertian kedua metode tersebut menurut beberapa ahli

PENELITIAN KUANTITATIF

Mari kita lihat definisi dari beberapa ahli…

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013)

 

Metode kuantitatif mendokumentasikan variasi sosial dalam kategori angka-angka serta menggunakan statistik untuk meringkas sejumlah besar data (Janet M. Ruane, 2005).

 

Salah satu bentuk penelitian ilmiah yang mengkaji satu permasalahan dari suatu fenomena, serta melihat kemungkinan kaitan atau hubungan-hubungannya antar variabel dalam permasalahan yang ditetapkan (Rully Indrawan dan Poppy Yaniawati).

 

Merupakan kajian yang menggunakan analisis statistik untuk mendapatkan temuannya. Ciri utama mencakup pengukuran formal dan sistematis dan penggunaan statistik (Geoffrey Marczyk et al. 2005).

PENELITIAN KUALITATIF

Mari kita lihat definisi dari beberapa ahli…

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post-positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sumber data dilakukan secara purposive, teknik pengumpulan dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif, hasil penelitian kualitatif lebih mementingkan makna daripada generalisasi (Sugiyono, 2013).

 

Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Bigdan dan Guba).

 

Tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut baik dalam bahasa dan peristilahannya (Kirk dan Miller).

PERBEDAAN

Perbedaan penelitian kuantitatif vs kualitatif menurut Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wallen (1993) adalah

Kuantitatif Kualitatif
Hipotesis ditentukan sejak awal penelitian Hipotesis dikembangkan saat penelitian
Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
Reduksi data menjadi angka-angka Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
Lebih memerhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen penelitian lebih suka menganggap cukup dengan reabilitas penyimpulan
Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan perhitungan statistik peniliaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
menggunakan deskripsi prosedur yang jelas (terperinci) menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
menggunakan teknik sampling acak (random sampling) menggunakan teknik sampling sengaja (purposive sampling)
desain/kontrol statistik atas variabel eksternal analisis logis dalam mengontrol variabel eksternal
menggunakan cara khusus untuk mengontrol bias prosedur mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias
menyimpulkan hasil menggunakan statistik menyimpulkan hasil secara naratfi/kata-kata
memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
memahami aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah/membiarkan keadaan aslinya

Karakteristik kedua metode tersebut menurut Sugiyono (2013) adalah

Dimensi Kualitatif Kuantitatif
Desain (a) Umum (b) Fleksibel (c) Berkembang dan muncul dalam proses penelitian (a) Spesifik, Jelas, Terperinci (b) Ditentukan secara mantap sejak awal (c) Menjadi pegangan langkah demi langkah
Tujuan (a) Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif (b) Menemukan Teori (c) Menggambarkan realitas yang kompleks (d) Memperoleh pemahaman makna (a) Menunjukkan hubungan antar variabel (b) Menguji teori (c) Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
Teknik Pengumpulan data (a) Observasi terlibat (b) Wawancara mendalam (c) Dokumentasi (d) Triangulasi (a) Kuisioner (b) Observasi dan Wawancara terstruktur
Instrument Penelitian (a) Peneliti sebagai instrument (b) Buku catatan, tape recorder, kamera, handycam (a) Test, angket, wawancara terstruktur (b) Instrument yang telah terstandar
Data (a) Deskriptif kualitatif (b) Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain (a) Kuantitatif (b) Hasil pengukuran variabel yang di operasionalkan dengan mengunakan instrument
Sampel (a) Kecil (b) Tidak representatif (c) Purposive, Snowball (d) Berkembang selama proses penelitian (a) Besar (b) Representatif (c) Sedapat mungkin random (d) Ditentukan sejak awal
Analisis (a) Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian (b) Induktif (c) Mencari pola, model, tema dan teori (a) Setelah selesai pengumpulan data (b) Deduktif (c) Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis
Hubungan dengan responden (a) Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam (b) Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan (c) Jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori (a) Dibuat Berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya subjektif (b) Kedudukan peneliti lebih tinggi daripada responden (c) Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
Usulan Desain (a) Singkat, umum, bersifat sementara (b) Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama (c) Prosedur bersifat umum, seperti akan melaksanakan piknik (d) Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan (e) Tidak ditemukan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis (f) Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan (a) Luas dan rinci (b) Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti (c) prosedur yang spesifik dan jelas (d) Masalah dirumuskan secara spesifik dan jelas (e) Hipotesis dirumuskan dengan jelas (f) Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
Kapan penelitian dianggap selesai ? Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
Kepercayaan terhadap hasil penelitian Pengujian kredibilitas, dependabilitas, proses dan hasil penelitian Pengujian validitas dan realibilitas instrument

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts