Begini Caranya Menggunakan Indikator RSI

RSI

RSI (Relative Strength Index) merupakan salah satu jenis indikator momentum. Yaitu Indikator yang memberitahu kapan suatu saham mengalami overbought, oversold, maupun keadaan netral. Definisi keadaan-keadaan tersebut dapat dilihat di tabel di bawah ini.

 

 

Formula

Indikator RSI mirip sekali dengan indikator Stochastic. Bedanya, indikator RSI dihitung berdasarkan perbandingan rata-rata keuntungan dan rata-rata kerugian. Sementara indikator Stochastic menggunakan harga terendah, harga tertinggi dan harga penutupan.

Secara matematis garis RSI dapat dituliskan sebagai

\[ RS = Avg. Gain/Avg. Loss \]

\[ RSI = 100 – (100/(1+RS)) \]

Dimana:

Avg.Gainrata-rata persentase keuntungan selama 14 hari yang lalu
Avg.Lossrata-rata persentase kerugian selama 14 hari yang lalu
RSRelatitve Strength
RSIRelatitve Strength Index

Berdasarkan rumus tersebut, jika suatu saham sedang uptrend, maka nilai RS akan semakin besar. Semakin besar nilai RS maka nilai RSI akan mendekati 100 (overbought).

Sedangkan jika suatu saham sedang downtrend, maka nilai RS akan semakin kecil (mendekati nol). Semakin kecil nilai RS maka nilai RSI akan mendekati 0 (oversold). Berdasarkan kondisi ini, maka nilai RSI yang kecil  (<20) tidak serta menunjukkan saham tersebut rekomendasi dibeli. Sehingga perlu dikombinasikan dengan indikator lainnya (level support & resistent).

Jadi, RSI menunjukkan level kejenuhan beli yaitu trader/investor sudah banyak yang take profit dan ingin keluar. Juga bisa menunjukkan apakah trader/investor banyak yang ingin masuk karena harga saham yang bisa dibilang sudah murah.

Baca Juga : Indikator Stochastic

Penggunaan

Cara penggunaan indikator RSI ini mirip dengan Stokastik. Jadi RSI ini digabungkan dengan indikator lainnya dan bergantung dengan jenis trend-nya. Secara lengkap dapat dilihat di tabel di bawah ini

 

Aplikasi

Berikut ini merupakan salah satu contoh penerapan indikator stokastik di saham UNVR. Dapat dilihat bahwa indikator stochastic merupakan gabungan dua garis yang bentuknya menyerupai grafik sinus cosinus. Rentang nilai grafik ini berada diantara 0-100.

UNVR Chart by TradingView
UNVR Chart by TradingView

 

Tradingview sudah memberikan warna abu-abu pada area netral, jadi kita tinggal membacanya saja. Ketika garis RSI berada di bawah 20, maka bisa dikatakan oversold. Sedangkan jika garis berada di atas nilai 80, maka dikatakan overbought.

Berdasarkan gambar di atas, RSI yang berada di bawah 20 tidak serta merta kita harus membelinya. Perlu dikombsikan dengan indikator lain seperti level support resistent, indikator reversal, maupun candle pattern.

Reference

  • https://blog.pluang.com/cerdascuan/rsi-adalah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related posts