Momentum Jual dan Beli Menggunakan Bollinger Band

Bollinger Band

Bollinger Band merupakan salah satu indikator momentum jual atau beli. Bollinger Band ini mirip dengan RSI dan Stokastik. Perbedaannya terletak pada skala yang digunakan. RSI dan Stokastik sama-sama menggunakan skala dari 0%-100% untuk menilai overbought atau oversold, sedangkan Bollinger Band tidak. Jadi batas atas dan bawah bollinger band bisa bernilai berapa saja.

Source : https://www.alpharithms.com/bollinger-bands-590615/

 

Baca Juga : Indikator Stochastic

Formula

Bollinger Band pada dasarnya terbentuk dari Simple Moving Average (SMA). Indikator ini terdiri dari 3 garis yaitu Middle Band, Lower Band, dan Upper Band.

Secara matematis garis Bollinger Band dapat dituliskan sebagai

\[ \text{Middle Band} = \bar{X}\\ \text{Lower Band} = \bar{X} – 2\sigma\\ \text{Upper Band} = \bar{X} + 2\sigma \]

Dimana: \[ \sigma = \sqrt{\frac{\sum(x_i-\bar{X})^2}{n}} \]

\[ \bar{X} = \frac{\sum_{i=1}^{n} x_i}{n} \]

xiHarga Saham pada hari ke i. Harga saham dihitung dari ((High+Low+Close)÷3)
njumlah hari (default = 20)

 

Buy or Sell

Cara penggunaan indikator Bollinger Band ini mirip dengan Stokastik dan RSI. Secara lengkap dapat dilihat di tabel di bawah ini

 

Aplikasi

Berikut ini merupakan salah satu contoh penerapan Bollinger Band di saham TLKM.

TLKM Chart by TradingView

 

Jika garis Lower Band berpotongan dengan harga saham, maka tidak serta merta harus melakukan action buy. Perlu dilakukan konfirmasi menggunakan indikator lainnya seperti bullish candle, RSI, maupun stochastic

Reference

  • https://blog.pluang.com/cerdascuan/bollinger-band-adalah/
  • https://www.investopedia.com/terms/b/bollingerbands.asp
  • https://www.alpharithms.com/bollinger-bands-590615/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts