Berkenalan Dengan Teknik Sampling

Overview

Pada Pilpres, seringkali kita jumpai hasil perhitungan cepat (Quick Count) dari beberapa lembaga survey. Apakah hasil Quick Count tersebut merupakan hasil yang sama persis dengan hasil perhitungan real ? Jawabannya adalah tidak sama persis. Sejatinya Quick Count hanya menggunakan sebagian data. Namun kok dia bisa memprediksi kemenangan suatu paslon dengan benar padahal data yang digunakan tidak seluruhnya ? Jawabannnya adalah dengan teknik sampling.

Quick Count memanfaatkan data sampel yang representatif sehingga data sampel yang diambil bisa mewakili populasi. Oleh karena itu, meskipun data real nya belum masuk sepenuhnya, kita bisa memprediksi hasil akhir. Lalu teknik sampling apa saja yang bisa digunakan ?

Pernahkah kita lihat seorang koki mencicipi masakannya terlebih dahulu sebelum disajikan kepada pelanggan ? Mengapa dia bisa berkesimpulan bahwa masakannya sudah enak padahal dia hanya mencicipi beberapa sendok ? Proses mencicipi masakan ini merupakan salah satu implementasi teknik sampling. 

Jenis Teknik Sampling

Terdapat beberapa teknik pengambilan sampel dan Apa yang membedakannya ? Perbedaanya terletak pada keragaman sampel, diketahui tidaknya ukuran populasi, dan perlakuan terhadap sampel.

Berdasarkan perlakuan terhadap sampel yang diambil, terbagi menjadi dua yaitu

1. Probability Sampling

Metode ini digunakan jika kita ingin setiap responden/sampel mempunyai peluang yang sama untuk terpilih. Yang termasuk dalam metode ini adalah

  1. simple random sampling
  2. stratified random sampling
  3. two stage random sampling
  4. Multistage random sampling

Baca Juga : Probability Sampling

2. Non-Probability Sampling

Metode ini digunakan jika kita ingin setiap sampel tidak mempunyai peluang yang sama untuk terpilih. Artinya peluang setiap orang untuk terpilih tidaklah sama. Yang termasuk dalam metode ini adalah

  1. Quota Sampling
  2. Purposive Sampling
  3. Voluntary Sampling
  4. Convenience Sampling
  5. Snowball Sampling

Baca Juga : Non-Probability Sampling

Mengapa sampling diperlukan ?

Mengapa kita tidak menggunakan seluruh objek dalam populasi melainkan sampel ? berikut adalah alasannya

1. Mengurangi Biaya, Waktu dan Usaha.

Jika meneliti seluruh populasi, maka kita akan lebih banyak mengeluarkan biaya (kuisioner,transportasi), waktu yang cukup lama dan tentunya usaha yang tidak sedikit

2. Bersifat Merusak (Destruktif) Jika tidak dilakukan sampling.
Seringkali jika kita menggunakan semua objek dalam populasi, maka kita tidak punya lagi bahan untuk diteliti. Misalnya kita ingin mengetahui apakah suatu sup mempunyai rasa yang sedap atau tidak. Maka kita cukup ambil sampel 1 sendok saja. Kenapa ? karena jika kita menggunakan semuanya, tidak ada lagi makanan yang tersedia untuk pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts