Analisis Kepemilikan Saham via Python

Dalam rangka memilih saham mana yang akan dipilih, terdapat banyak faktor yang akan menjadi pertimbangan, bisa dari faktor fundamental, teknikal, maupun volume. Analisis kepemilikan saham dapat digunakan untuk riset untuk mengetahui suatu saham mayoritas dikuasai lokal, asing, reksadana, ataupun ritel.

Data kepemilikan saham belum tersedia di aplikasi online trading namun tersedia di website KSEI. Data tersebut dapat diambil dengan cara di download ataupun melalui scraping website via pyhton. Setelah itu, akan kita gunakan Google Data Studio untuk melakukan visualisasi. Berikut merupakan langkah-langkah analisis kepemilikan saham menggunakan python dan google data studio.

Analisis selengkapnya bisa dilihat di github ini

1. Find Pattern

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mendapatkan pattern. Hal ini berguna untuk mengetahui strategi pengambilan datanya, apakah kita perlu API, inspect element atau lainnnya. Langkah pertama adalah menunjungi halaman KSEI ini dan lakukan pencarian pattern via inspect element

Finding Pattern

 

Berdasarkan gambar di atas, untuk mendapatkan data kepemilikan saham, kita harus mendownloadnya terlebih dahulu. Oleh karena itu kita akan melakukan scraping yaitu membangun sistem yang bisa mendownload data tersebut. Kali ini akan digunakan Jupyter Notebook sebagai alat untuk membangun sistem tersebut.

2. Import Data

Setelah pattern berhasil didapatkan, maka selanjutnya membuat sistem scraping untuk melakukan download dan import data.

3. Cleaning Data

Data yang kita punya perlu dilakukan cleaning, salah satunya adalah pada kolom tanggal. Pada kolom tersebut jika kita cek, kolom Date bukanlah bertipe tanggal namun bertipe string.

4. Eksplorasi Data

Pada tahapan ini kita sudah mulai melakukan eksplorasi data sesuai yang kita inginkan. Misalkan kita ingin mengetahui pergerakan kepemilikan asing di saham TLKM selama tahun 2021.

5. Visualisasi Data via Google Data Studio

Kita dapat menggunakan alat yang memang khusus untuk visualisasi data seperti Tableau, Data Studio, Power BI atau lainnya. Kelebihannya dibandingkan ggplot (R) maupun seaborn (python) adalah kemudahan dalam pembuatan chart/grafik. Jadi, kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana code untuk membuat barchart, pie chart atau lainnya. Hal ini akan berdampak pada efisiensi dalam pencarian insight.

Kita akan menggunakan google data studio untuk alat visualisasi. Data kepemilikan saham yang sudah kita punya kemudian di export ke file .csv. Setelah itu di import ke google data studio. Dashboard dalam bentuk google data studio dapat dilihat di sini.

 

Baca Juga : Perbedaan Statistika, Data Mining, Machine Learning & Artificial Intelligence

Reference

  • https://www.ksei.co.id/archive_download/holding_composition
  • https://www.ksei.co.id/Download/Panduan_Data_Statik_Investor.pdf
  • https://www.programiz.com/python-programming/datetime/strftime

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related posts